banner 325x300 === ===

Debu Jalan Bakti Makmur Ancam Nyawa Anak Sekolah, Sekcam Bagan Sinembah Angkat Bicara

banner 120x600
banner 325x300

ROKAN HILIR, AkuratNewsTV – Kondisi Jalan lintas yang menghubungkan tiga kecamatan, yakni Tanjung Medan, Pujud, dan Bagan Sinembah, kian mengkhawatirkan. Di wilayah Kepenghuluan Bakti Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, debu tebal yang beterbangan di badan jalan dinilai tidak lagi sekadar mengganggu kenyamanan, tetapi telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga, khususnya anak-anak sekolah. Situasi ini kembali dikeluhkan warga pada Selasa, 27 Januari 2026.

Debu pekat terlihat beterbangan setiap kali kendaraan berat melintas. Truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, truk tangki pengangkut CPO, hingga truk pengangkut inti sawit diduga menjadi penyumbang utama polusi debu di ruas jalan tersebut.

banner 325x300

Ironisnya, aktivitas angkutan berlangsung nyaris tanpa henti dari pagi hingga malam, sementara upaya pengendalian debu hampir tak terlihat.

Dampak paling dirasakan adalah oleh anak-anak yang setiap hari melintasi jalan tersebut untuk berangkat ke sekolah. Sejumlah orang tua mengeluhkan seragam anak mereka yang sudah tampak kotor dan berdebu sesampainya di sekolah, meski baru keluar dari rumah. Debu menempel pada pakaian, tas, hingga wajah anak-anak, terutama saat jam padat lalu lintas angkutan sawit.

Tak hanya soal kebersihan, warga juga diliputi rasa cemas akan keselamatan. Debu yang beterbangan kerap menutup jarak pandang pengendara, terutama saat truk besar melintas dengan kecepatan tinggi.

Kondisi ini dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas dan dianggap sebagai ancaman nyata bagi anak-anak sekolah serta pengguna jalan lainnya.
Bagi warga yang bermukim di sepanjang jalan, debu juga menjadi persoalan harian.

Peralatan rumah tangga dan barang elektronik harus dibersihkan berulang kali, cat rumah cepat kusam, sementara debu halus masuk ke dalam rumah melalui celah pintu dan jendela.
Selain itu, kekhawatiran terhadap dampak kesehatan semakin meningkat. Debu yang terhirup setiap hari dikhawatirkan memicu gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia. Kondisi tersebut semakin parah saat cuaca panas berkepanjangan tanpa hujan.

“Sore dibersihkan, malam sudah berdebu lagi. Kami ini tinggal di pinggir jalan, tapi rasanya seperti hidup di tengah kubangan abu,” ungkap Andi, salah seorang warga Bakti Makmur.

Menurut Andi, warga tidak menolak aktivitas ekonomi dan distribusi hasil perkebunan. Namun, ia menilai sudah sepatutnya ada tanggung jawab sosial dari pihak-pihak yang memanfaatkan jalan tersebut agar dampaknya tidak sepenuhnya ditanggung masyarakat.

“Kami hanya berharap ada penyiraman jalan, terutama saat musim kemarau. Jangan menunggu hujan turun. Keselamatan dan kesehatan warga juga harus dipikirkan,” ujarnya.

Menanggapi keluhan warga, Sekretaris Camat Bagan Sinembah, Zulfikar, menyampaikan harapannya agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi dan menggunakan jalur tersebut dapat turut berperan aktif mengurangi dampak debu.

“Kami berharap perusahaan dapat melakukan penyiraman jalan, terutama di musim kemarau, agar debu bisa berkurang dan tidak membahayakan masyarakat,” ujar Zulfikar.

Hingga saat ini, warga menilai belum ada langkah konkret berupa penyiraman rutin atau pengendalian debu secara berkelanjutan.

Mereka berharap, sebelum kondisi semakin memburuk dan benar-benar menelan korban, ada kepedulian bersama dari pemerintah dan pihak perusahaan untuk bertindak nyata.
Jalan lintas ini bukan hanya jalur ekonomi, tetapi juga ruang hidup masyarakat yang berhak atas keselamatan, kesehatan, dan lingkungan yang lebih layak.

SUROYO

BILA ANDA MEMILIKI DATA/BERITA UNTUK DIPUBLIKASIKAN : HUBUNGI HP/WA : 0812 7995 2362 banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *