banner 325x300 === ===

Polsek TPTM Siapkan 25 Hektare Lahan untuk Ketahanan Pangan Jagung

PENULIS : SAH SIANDI LUBIS

Kapolsek TPTM: Pengolahan lahan di Kepenghuluan Mesah telah mencapai sekitar 12 hektare. Penanaman tahap pertama seluas 5 hektare ditargetkan dimulai pada pekan pertama September 2026.
banner 120x600
banner 325x300

ROKAN HILIR — Kepolisian Sektor Tanah Putih Tanjung Melawan (Polsek TPTM) bersama pemerintah kepenghuluan dan masyarakat terus mengolah lahan untuk program ketahanan pangan jagung pipil di Kepenghuluan Mesah, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir.

Lahan yang disiapkan untuk program tersebut diperkirakan mencapai 25 hektare. Hingga Kamis, 27 Agustus 2026, pengolahan lahan tahap awal telah mencapai sekitar 12 hektare.

banner 325x300

Kapolsek TPTM Iptu Kodam Firman Sidabutar mengatakan pengolahan lahan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel kepolisian, pemerintah kepenghuluan, perangkat dusun, serta masyarakat.

“Kami terus melakukan pengecekan dan memastikan pengolahan lahan berjalan sesuai rencana. Untuk tahap awal, sekitar 12 hektare sudah dikerjakan dan selanjutnya akan dipersiapkan untuk penanaman,” kata Iptu Kodam Firman Sidabutar.

Pengolahan lahan telah berlangsung selama 10 hari menggunakan dua unit traktor singkal dan rotari. Selain itu, satu unit excavator Hitachi 110 PC digunakan untuk mendukung pekerjaan di lokasi.

Sedikitnya enam pekerja terlibat dalam proses pengolahan lahan tersebut. Mereka mengerjakan sejumlah pekerjaan, mulai dari pengolahan tanah hingga penyiapan sarana pendukung untuk kebutuhan air tanaman.

Pekerjaan lain yang dilakukan adalah pembuatan parit batas tanggul di sekeliling lahan. Pembuatan parit itu telah berlangsung selama empat hari dengan panjang sekitar 500 meter.

Excavator juga digunakan untuk membuat embung atau kolam penampung air, mensteking lahan, membersihkan rumput tebal, serta meratakan tanah dan membersihkan tanaman lain yang menghambat proses penanaman jagung.

Menurut Kodam, sejauh ini tidak terdapat hambatan signifikan dalam proses pengolahan lahan.

“Kondisi di lapangan secara umum aman dan tidak ada kendala yang signifikan. Kami tetap melakukan koordinasi agar setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Polsek TPTM menargetkan penanaman jagung tahap pertama dilakukan pada pekan pertama September 2026. Luas lahan yang diprioritaskan untuk tahap awal sekitar 5 hektare.

Sebelum penanaman dilakukan, sejumlah aspek teknis masih perlu dikoordinasikan, termasuk penentuan blok pertama, kebutuhan pembuatan parit di tengah lahan, serta lokasi dan ukuran kolam atau waduk penampung air.

Kondisi tanah yang dinilai lentur dan berpotensi longsor jika kolam dibuat terlalu dalam juga menjadi pertimbangan dalam menentukan desain sarana pengairan.

Selain itu, pengelolaan sisa rumput dan material hasil pembersihan lahan perlu ditentukan agar tidak menghambat proses pengolahan tanah menggunakan traktor.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan teknis pengolahan dan penanaman di lapangan benar-benar siap. Prioritas kami adalah menyiapkan lahan tahap pertama sehingga penanaman 5 hektare dapat dilaksanakan sesuai target,” kata Iptu Kodam.

Ia mengatakan perkembangan pengolahan lahan akan terus dipantau dan dilaporkan secara berkala. Kegiatan tersebut diharapkan mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif untuk budidaya jagung pipil.

Pengecekan progres dilakukan Kapolsek TPTM bersama Bhabinkamtibmas, Penghulu Mesah, Kepala Dusun Paret Karim, dan masyarakat setempat. Seluruh kegiatan di lokasi dilaporkan berlangsung aman dan terkendali.

 

__

banner 325x300 banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *