Sebelumnya, kondisi tanaman di Afdeling IV menjadi sorotan setelah awak media melakukan pemantauan lapangan dan menemukan adanya gulma pada sejumlah tanaman serta semak di sekitar piringan pokok.
Dalam pemberitaan tersebut, pihak kebun menyampaikan bahwa gulma jenis kelompongan yang tumbuh pada batang tanaman membutuhkan penanganan.
Menanggapi hal tersebut, Asisten Afdeling IV, Timbul Sanilewen Sipayung, SP, saat dikonfirmasi awak media di kantor Afdeling IV menjelaskan bahwa kegiatan pemeliharaan di Blok G14 telah memiliki plot atau jadwal pekerjaan.
“Pemeliharaan yang dilakukan di Afdeling IV Blok G14 sudah sesuai plot. Pekerjaan akan dikerjakan pada bulan Oktober 2026,” ungkap Timbul.
Keterangan serupa disampaikan Vendor, Afrans Simarmata, yang menyebut pekerjaan pemeliharaan di wilayah tersebut telah dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Menurut Afrans, pelaksanaan pekerjaan mengacu pada aturan pemeliharaan serta petunjuk teknis dan perintah kerja yang telah ditetapkan.
“Pekerjaan sudah sesuai aturan dan peraturan pemeliharaan sesuai dengan petunjuk teknis perintah kerja. Pekerjaan sudah sesuai plot dan akan dikerjakan pada bulan Oktober 2026,” jelas Afrans.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, pihak Afdeling IV menegaskan bahwa pekerjaan pemeliharaan tanaman di Blok G14 telah masuk dalam perencanaan pekerjaan dan pelaksanaannya dijadwalkan pada Oktober 2026.
Klarifikasi ini sekaligus menjadi penjelasan atas sorotan sebelumnya terkait kondisi tanaman dan gulma di Afdeling IV Kebun Sei Baruhur.
PTPN IV sendiri merupakan bagian dari PalmCo, subholding perkebunan kelapa sawit PTPN III (Persero), dengan kegiatan usaha yang salah satunya berbasis komoditas kelapa sawit.