Peresmian berlangsung di lingkungan Asrama Makodim 0321/Rohil, Jalan Pesisir Kompleks Perkantoran Batu VI, Kepenghuluan Labuhan Tangga Hilir. Kegiatan dihadiri Kepala SPPG Yayasan Manunggal Kartika Jaya Desti Nur Fiana, perwakilan Dinas Kesehatan Rokan Hilir, Kepala Puskesmas Bagan Punak, pihak sekolah, kader Posyandu, serta unsur SPPI Kecamatan Bangko.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, kemudian sambutan Kepala SPPG dan Dandim. Acara dilanjutkan dengan peninjauan dapur SPPG, makan bersama dan foto bersama. Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.05 WIB dalam kondisi aman dan tertib.
Kepala SPPG Yayasan Manunggal Kartika Jaya, Desti Nur Fiana, mengatakan SPPG tersebut hadir untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak, ibu hamil dan ibu menyusui. Menurut dia, pengawasan dilakukan sejak pemilihan bahan baku hingga makanan dibagikan kepada penerima manfaat.
“Kami akan terus mengawasi mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak hingga pemorsian agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh para penerima manfaat,” ujar Desti.
Pada tahap awal, SPPG tersebut melayani 1.315 penerima manfaat. Jumlah itu terdiri atas 1.015 peserta didik dan 300 penerima dari kelompok rentan kategori 3B. Desti juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dandim 0321/Rohil Letkol Inf. M. Ricky mengatakan peluncuran SPPG bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurut dia, operasional dapur pemenuhan gizi membawa tanggung jawab terhadap masyarakat yang menerima makanan tersebut.
“Kegiatan launching ini bukan hanya seremonial biasa, namun ada tanggung jawab yang lebih besar, karena pemenuhan gizi merupakan kegiatan untuk kemaslahatan orang banyak dalam rangka memenuhi kebutuhan gizi anak bangsa, ibu hamil dan ibu menyusui,” kata Letkol Inf. Ricky.
Ia meminta pengelola SPPG memperlakukan setiap makanan yang diproduksi sebagai amanah. Karena itu, proses pengolahan makanan harus dilakukan dengan memperhatikan kebersihan, keamanan pangan dan kandungan gizi.
“Jangan memandang makanan yang nantinya dimasak di dapur sebagai hal biasa, namun pandang makanan yang kalian masak sebagai amanah,” ujarnya.
Ricky juga mengingatkan agar keamanan pangan diperhatikan dari hulu hingga hilir. Menu yang disajikan, kata dia, harus memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat dan tidak sekadar membuat kenyang.
“Jangan hanya mengenyangkan perut, namun tidak memperhatikan nilai gizi yang dibutuhkan setiap anak, ibu menyusui dan ibu hamil,” kata Letkol Inf. Ricky.
Ia berharap seluruh proses operasional SPPG berjalan profesional dan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP), dengan tetap mengutamakan mutu serta keamanan makanan.
“Selamat bekerja dan semoga SPPG ini berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan kita bersama,” ujar Letkol Inf. Ricky.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan program pemerintah yang menyasar pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak dan kelompok rentan. Kehadiran SPPG juga diharapkan memberi dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja serta pemanfaatan bahan pangan dari masyarakat dan sektor pertanian lokal. Di Rokan Hilir, sebanyak 74 unit dapur SPPG disebut telah beroperasi di sejumlah kecamatan.
___