Hal tersebut disampaikan Jhony Charles melalui unggahan di akun media sosial Facebook miliknya pada Jumat (13/3/2026) malam kemarin. Postingan itu pun ramai dibagikan dan mendapat ribuan respon serta ratusan komentar.
Dalam postingan tersebut, ia meminta agar pendistribusian program MBG benar-benar dilakukan pengecekan dan pengawasan di lapangan.
“MBG rapel 4 hari dari keterangan (Jumat, Sabtu, Senin, Selasa) mesti benar dicek dan dikawal. SD 007 Ujung Tanjung dan pemilik dapur SPPG-nya Mukmin dari Sintong. TK, SD, MTs, SMP dan SMA yang terletak di Ujung Tanjung,” tulisnya.
Dalam unggahan itu juga ditampilkan foto paket makanan yang disebut sebagai menu MBG yang dibagikan kepada siswa. Jhony Charles menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap mendukung program tersebut, namun pelaksanaannya harus memperhatikan aspek kewajaran dan kemanusiaan.
“Kita berterimakasih ada MBG, tapi pakai norma-norma kewajaran dan prikemanusiaan,” tulisnya lagi.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Rokan Hilir, Safila, belum mendapatkan tanggapan. Pesan konfirmasi yang dikirim wartawan melalui aplikasi WhatsApp hingga berita ini diturunkan belum direspons.
Di sisi lain, salah satu kepala SPPG di Kecamatan Bagan Sinembah, Sandi, memberikan penjelasan terkait paket makanan tersebut. Ia mengatakan bahwa paket tersebut merupakan menu MBG yang dibundling karena pendistribusian dilakukan menjelang masa libur sekolah.
“Ini pendistribusian untuk libur sekolah, makanya dibundling menu MBG-nya,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi bagi pelajar. Namun pelaksanaan di lapangan tetap menjadi perhatian berbagai pihak agar distribusi makanan sesuai dengan standar dan kebutuhan siswa.
( Zainal )
BILA ANDA MEMILIKI DATA/BERITA UNTUK DIPUBLIKASIKAN :
HUBUNGI HP/WA : 0812 7995 2362