Patroli yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu dilakukan untuk memastikan kondisi terkini lahan yang sebelumnya terdampak kebakaran. Berdasarkan hasil pemantauan, api di lokasi dengan luas sekitar 5 hektare tersebut telah padam setelah diguyur hujan deras.
Kapolsek Tanah Putih Tanjung Melawan, Iptu Kodam Firman Sidabutar, menyampaikan bahwa kondisi di lapangan saat ini sudah tidak ditemukan lagi titik api maupun asap.
“Setelah dilakukan patroli dan pengecekan langsung di lokasi, kondisi lahan sudah dalam keadaan aman. Hujan deras yang turun sebelumnya sangat membantu memadamkan sisa-sisa api, sehingga saat ini tidak ditemukan lagi asap maupun titik panas,” ujar Iptu Kodam Firman Sidabutar.
Baca Juga: Kapolsek TPTM pastikan situasi aman, tim masih selidiki dugaan sumber kebakaran
Lahan yang terbakar diketahui merupakan milik dua warga, yakni Andalas, warga Dumai, dan Parman. Adapun jenis lahan berupa semak belukar dengan kondisi tanah gambut yang basah akibat hujan.
Dalam kegiatan tersebut, personel gabungan yang diterjunkan terdiri dari sembilan anggota Polres Rokan Hilir dan dua personel Polsek TPTM. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 60 kilometer dari Mapolsek, dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam melalui jalur darat.
Meski kondisi sudah terkendali, petugas tetap menghadapi sejumlah kendala di lapangan, di antaranya akses jalan yang cukup jauh, kondisi cuaca panas, serta angin yang terkadang bertiup kencang.
Lainnya: Pemuda Pancasila Pujud Gandeng, Lurah , Karang Taruna dan LPM Berbagi Takjil Gratis, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan
Kapolsek menegaskan, pihaknya akan terus melakukan patroli rutin guna mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di wilayah rawan karhutla.
“Saat ini situasi terpantau aman dan terkendali. Namun, kami tetap mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, demi mencegah terjadinya karhutla kembali,” tegasnya.
Polisi memastikan, pemantauan akan terus dilakukan sebagai langkah preventif guna menjaga wilayah hukum Polsek TPTM tetap bebas dari kebakaran hutan dan lahan.
(Sah Siandi Lubis)