ROKAN HILIR — Kepolisian Resor Rokan Hilir bersama Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melakukan langkah cooling system untuk meredam situasi pasca aksi unjuk rasa anarkis di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Sabtu, 11 April 2026.
BACA JUGA:
Ricuh Aksi Warga Tolak Peredaran Sabu di Pasir Limau Kapas
Kegiatan yang digelar di Kantor Camat Pasir Limau Kapas, Panipahan Darat, itu dihadiri Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni, Wakil Bupati Jhony Charles, serta sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat.
Kapolres Rohil mengatakan pihaknya serius memerangi peredaran narkoba di wilayah tersebut. Ia mengklaim telah mengungkap sejumlah kasus besar, termasuk penyitaan narkoba seberat sekitar 80 kilogram.
“Kami akan membentuk tim khusus dari Satresnarkoba yang dibackup Satreskrim untuk mengungkap jaringan narkoba di Panipahan,” kata Isa dalam pertemuan itu.
Ia juga menyebut beberapa nama yang masuk target operasi, serta menegaskan komitmen untuk menindak tegas para pelaku. Selain itu, ia berencana melakukan penyegaran dengan mengganti seluruh personel Polsek Panipahan.
LAINNYA:
Kapolda Riau Copot Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru, Diduga Terlibat Penyalahgunaan Wewenang
Di sisi lain, Wakil Bupati Rohil Jhony Charles menyoroti tuntutan warga terkait penutupan tempat hiburan dan lokalisasi yang diduga menjadi pusat aktivitas ilegal.
Ia meminta agar penutupan dilakukan berdasarkan kesepakatan tertulis masyarakat sebagai dasar hukum. “Pemerintah butuh dukungan masyarakat untuk menertibkan persoalan ini,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, warga Panipahan menyampaikan keluhan terkait maraknya peredaran narkoba yang dinilai telah merusak generasi muda. Mereka juga menuding kurangnya respons aparat terhadap laporan yang selama ini disampaikan.
“Kami sudah muak. Banyak anak-anak kami jadi korban. Kami minta bandar ditangkap dan tempat-tempat itu ditutup,” kata salah seorang perwakilan masyarakat.
Warga juga menyoroti keberadaan tempat karaoke dan lokalisasi yang diduga menjadi lokasi praktik prostitusi serta peredaran narkoba.
Menanggapi hal itu, Kapolres meminta masyarakat aktif melaporkan setiap kejadian melalui layanan darurat 110 atau langsung kepadanya. Ia juga mengimbau agar aksi unjuk rasa tidak melibatkan anak di bawah umur dan tidak berujung anarkis.
BACA JUGA:
Hadiri Dharma Santi 2026, Kapolda Sumsel Apresiasi Peran Umat Hindu Jaga Predikat Zero Conflict
Selain isu narkoba, aparat juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat potensi cuaca kering akibat El Nino dalam beberapa bulan ke depan.
Kegiatan ini bertujuan meredam ketegangan sekaligus memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat. Pertemuan berlangsung dalam kondisi aman dan terkendali.
Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan intensif di wilayah Pasir Limau Kapas dengan dukungan personel TNI guna mengantisipasi potensi konflik lanjutan.
(Sah Siandi Lubis)

||| ||| |||
=== ===










