banner 325x300 === ===

ANAK-ANAK DI GARIS DEPAN! AMARAH GENERASI BAWAH UMUR MELEDAK DI PANIPAHAN, SARANG NARKOBA DIGERUDUK MASSA,INI KATA AKTIVIS ROHIL

banner 120x600
banner 325x300

Rokan Hilir, AkuratNewsTV .com– Pemandangan menggetarkan terjadi di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir.

Bukan hanya orang dewasa, ratusan anak-anak hingga remaja justru berada di barisan terdepan saat ribuan warga mengamuk menyerbu rumah yang diduga milik bandar narkoba berinisial AL, Jumat (10/4/2026).

banner 325x300

Aksi yang awalnya berlangsung damai berubah drastis menjadi kerusuhan. Emosi massa yang memuncak membuat situasi tak terkendali. Anak-anak di bawah umur tampak ikut berteriak, melempari batu, bahkan menyaksikan langsung aksi pembakaran sepeda motor dan penjarahan isi rumah yang menjadi sasaran amuk warga.

Fenomena ini sontak menyentak publik. Di satu sisi, muncul kekhawatiran karena anak-anak terlibat dalam aksi berbahaya.

Namun di sisi lain, tersirat pesan keras: generasi muda di daerah tersebut sudah muak dengan peredaran narkoba yang dianggap merusak masa depan mereka.

Video kejadian ini pun viral di media sosial, memperlihatkan bagaimana anak-anak berdiri di tengah kerumunan massa, menjadi simbol kemarahan sekaligus harapan terhadap lingkungan yang bersih dari narkoba.

Insiden dugaan kekerasan oleh oknum polisi memicu kemarahan massa; dua sepeda motor dirusak

Beruntung, aparat kepolisian segera turun ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Dengan langkah cepat dan pendekatan persuasif, polisi berhasil meredam amarah warga sehingga kondisi berangsur aman dan terkendali.

Meski demikian, peristiwa ini meninggalkan catatan serius bagi semua pihak.

Aktivis Rokan Hilir, Sarippudin atau yang akrab disapa Bang Udin, angkat bicara menanggapi kejadian tersebut.

Ia mengaku prihatin namun juga melihat adanya sisi positif dari keberanian generasi muda.

“Ini bukti anak-anak kita masih punya hati nurani. Mereka tahu sabu itu racun. Mereka tidak ingin masa depan mereka hancur,” ujarnya di Bagan Batu, Sabtu (11/4/2026).

Meski begitu, Bang Udin menegaskan bahwa aksi anarkis dan main hakim sendiri tetap tidak dapat dibenarkan.

Ia menyebut kejadian ini sebagai tamparan keras bagi aparat penegak hukum, khususnya di wilayah Rokan Hilir, yang dinilai belum maksimal memberantas peredaran narkoba.

Ia juga menyoroti peran Bhabinkamtibmas yang sudah hadir di desa-desa, namun dinilai belum berjalan efektif dalam menekan peredaran narkoba yang kian meresahkan.

“Sangat miris. Negeri yang dikenal religius, negeri seribu kubah, justru tercoreng dengan narkoba dan maksiat,” tegasnya.

Bang Udin berharap adanya perhatian serius dari pemerintah pusat hingga Polda Riau agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

“Jangan sampai ada Panipahan jilid dua. Ini peringatan keras. Kalau anak-anak saja sudah turun tangan, berarti keadaan sudah darurat,” tutupnya.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi semua pihak. Ketika anak-anak sudah berada di garis depan melawan narkoba, itu bukan hanya bentuk keberanian—tetapi juga tanda bahwa situasi sudah berada di titik yang sangat mengkhawatirkan.

SUROYO

banner 325x300 banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *