ROKAN HILIR, AkuratNewsTV .com – Peristiwa memilukan sekaligus mengundang simpati publik terjadi di Kabupaten Rokan Hilir. Seorang siswi berusia 11 tahun, Rahma Nirohmani, yang menjadi korban dugaan perundungan, kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Arifin Achmad.
Kondisinya sempat kritis hingga membutuhkan transfusi darah, membuat kasus ini viral dan menyita perhatian luas.
Di tengah situasi tersebut, sosok Kepala Sekolah SDN 005 Balam Jaya, Kecamatan Balai Jaya, Partinah, S.Pd., tampil menjadi sorotan. Ia rela menempuh perjalanan jauh ke Pekanbaru demi menjenguk langsung siswanya pada Minggu (26/4/2026), sebuah aksi yang dinilai warganet sebagai bentuk kepedulian luar biasa dari dunia pendidikan.
Rahma sebelumnya sempat dirawat di RS Awal Bros Bagan Batu sebelum akhirnya dirujuk karena kondisi yang terus menurun. Diketahui, korban mengalami luka pada kedua kaki dan jari tangan akibat dugaan perundungan saat masih bersekolah di salah satu SD Negeri Lubuk Besar, Kecamatan Kemuning, Indragiri Hilir diawal tahun 2025 lalu .
Orang tua Rahma, pasangan Azhari dan Siti Hajar, mengungkapkan bahwa kondisi anaknya kini mulai membaik, meski masih dalam tahap pemulihan intensif.
“Sudah lebih ceria, tapi masih butuh perawatan. Baru satu kantong darah, masih perlu tiga lagi,” ujar sang ibu dengan nada haru.
Peristiwa ini menjadi titik balik bagi Rahma dan keluarganya. Setelah kejadian tersebut, ia dipindahkan ke SDN 005 Balam Jaya demi mendapatkan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman.
Partinah, sebagai kepala sekolah, menegaskan bahwa kepedulian terhadap siswa bukan sekadar tanggung jawab formal.
“Kami tidak bisa tinggal diam. Ini anak kami juga. Kami ingin memastikan dia pulih dan bisa kembali belajar seperti biasa,” tegasnya.
Aksi kemanusiaan ini pun langsung mendapat gelombang dukungan dari masyarakat. Banyak yang memuji langkah cepat dan empati yang ditunjukkan pihak sekolah, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kasus perundungan di lingkungan pendidikan.
Kasus Rahma kini menjadi pengingat keras bahwa perundungan di sekolah bukan persoalan sepele. Dibutuhkan peran aktif semua pihak,guru, orang tua, dan masyarakat,
untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, agar tragedi serupa tidak kembali terulang.
SUROYO

||| ||| |||
=== ===












