ROKAN HILIR — Polsek Tanah Putih Tanjung Melawan (TPTM) melakukan pengecekan pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung pipil di wilayah Paret Karim, Kepenghuluan Mesah, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan nasional di wilayah hukum Polsek TPTM.
Pengecekan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kepenghuluan Mesah, Aipda M. Sobirin bersama kelompok tani setempat di lahan jagung seluas sekitar 10 hektare.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan sejumlah pemeriksaan, mulai dari mengecek persentase benih yang tumbuh, mengamati keseragaman tanaman, mengidentifikasi bibit yang gagal tumbuh, hingga memantau tinggi tanaman dan jumlah daun.

Selain itu, pengecekan juga dilakukan terhadap warna daun untuk mendeteksi kemungkinan kekurangan unsur hara, kondisi batang tanaman, serta kesehatan tanaman secara umum. Petugas turut menemukan sebagian kecil daun jagung mengalami kerusakan akibat serangan hama ulat.
Di sisi lain, tingginya curah hujan turut berdampak terhadap lahan pertanian. Sekitar 3 hektare area tanam dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 30 sentimeter akibat luapan air dari Simpang Kanan PT RUJ.
Akibat genangan tersebut, sejumlah tanaman jagung yang sebelumnya sudah tumbuh dilaporkan mati karena batang mengalami pembusukan.
Lainnya: Kapolsek Bangko: Kasus IRT Tewas di Sumur Masih Tahap Penyelidikan
Kapolsek Tanah Putih Tanjung Melawan, Iptu Kodam Firman Sidabutar mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat.
Menurutnya, pendampingan terhadap petani akan terus dilakukan agar produktivitas pertanian masyarakat tetap terjaga meski menghadapi tantangan cuaca dan serangan hama.
“Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung program pemerintah di sektor ketahanan pangan. Kami berharap melalui pendampingan ini, petani tetap semangat merawat tanaman sehingga hasil panen nantinya bisa maksimal,” ujar Iptu Kodam Firman Sidabutar.
Baca Juga: Kapolsek Bangko: Kasus IRT Tewas di Sumur Masih Tahap Penyelidikan
Ia menambahkan, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung direncanakan akan dilakukan pemupukan serta penyemprotan gulma dan hama pada 28 Mei 2026, dengan mempertimbangkan perkembangan pertumbuhan tanaman dalam sepekan ke depan.
Diketahui, penanaman jagung di lokasi tersebut telah dimulai sejak 23 April 2026. Saat ini usia tanaman diperkirakan telah memasuki sekitar tiga minggu.
[ Sah Siandi Lubis ]


=== ===













