banner 325x300 === ===

Jangan Ambil Rezeki Orang Lain…” Pesan Haru dr. Herdianto Usai Kebun Sawit Berulang Kali Dicuri

Reporter: SUROYO

banner 120x600
banner 325x300

Rokan Hilir , AkuratNewsTV.com– Kesabaran dokter Herdianto akhirnya mencapai batas. Setelah berulang kali kehilangan hasil panen kelapa sawit di kebun miliknya di wilayah Paket E, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, ia memutuskan menempuh jalur hukum terhadap pelaku dugaan pencurian yang selama ini meresahkan.

Kepada awak media di Bagan Batu, Senin (20/7/2026), dr. Herdianto mengungkapkan bahwa aksi pencurian buah sawit di kebunnya bukan lagi kejadian baru. Selama beberapa waktu terakhir, produksi kebunnya terus berkurang akibat buah sawit yang diduga kerap dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

banner 325x300

“Bahkan parit di sekeliling kebun sudah saya buat sedalam lebih dari dua meter dengan lebar sekitar dua meter.

Tapi namanya maling, selalu saja ada akalnya.
Sangat meresahkan, padahal masih banyak pekerjaan yang halal,” ujarnya.

Puncaknya terjadi pada Senin (20/7/2026), ketika ia mendapat laporan dari anggota penjaga kebun bahwa ada pelaku yang diduga masuk ke areal perkebunan dengan modus “mencuci kebun”, yakni memanen kembali buah sawit yang masih tertinggal setelah panen resmi selesai.

Pelaku diduga mengumpulkan tandan buah segar (TBS) dan menyembunyikannya di dalam parit pembatas kebun sebelum berusaha membawanya keluar.

Akibat kejadian tersebut, dr. Herdianto mengaku mengalami kerugian hingga ratusan kilogram buah sawit.

Merasa kejadian serupa terus berulang, ia akhirnya memilih membawa persoalan tersebut ke jalur hukum agar memberikan efek jera dan menjadi pelajaran bagi siapa pun yang berniat mengambil hak milik orang lain.

Di balik ketegasannya, tersimpan pesan yang menyentuh. dr. Herdianto mengajak masyarakat untuk mencari rezeki dengan cara yang halal dan penuh keberkahan.

“Carilah pekerjaan yang halal untuk menghidupi keluarga kita agar hidup menjadi berkah.

Jangan tergoda melihat hasil kebun orang lain. Kami merawat kebun itu dengan tenaga, waktu, dan biaya yang tidak sedikit.

Kami tidak peduli hujan ataupun panas, tetap ke kebun agar hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, jangan ambil rezeki orang lain,” ungkapnya penuh haru.

Ia berharap peristiwa yang dialaminya menjadi pengingat bahwa setiap hasil kebun merupakan buah dari kerja keras pemiliknya.

Menurutnya, rezeki yang diperoleh dengan cara yang jujur akan membawa ketenangan, sedangkan mengambil hak orang lain hanya akan merugikan banyak pihak.

Hingga berita ini diterbitkan, dugaan pencurian tersebut masih menunggu proses penanganan oleh aparat penegak hukum.

Kasus ini masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan seluruh fakta dan pihak yang bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

banner 325x300 banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *