banner 325x300 === ===

Bambang Sudarman, S.Pd., M.Pd., C., M.E Apresiasi Raihan Rekor MURI Tari Zapin Bagan, Dinilai Angkat Marwah Budaya Melayu Rokan Hilir

Reporter: SUROYO

banner 120x600
banner 325x300

ROKAN HILIR , AkuratNewsTV.com โ€“ Raihan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui pertunjukan Tari Zapin Bagan mendapat apresiasi dari tokoh pendidikan dan budaya, Bambang Sudarman, S.Pd., M.Pd., C., M.E.

Menurutnya, pencapaian tersebut bukan sekadar sebuah prestasi, tetapi menjadi momentum penting dalam mengangkat marwah budaya Melayu Rokan Hilir ke tingkat nasional.

banner 325x300

Hal itu disampaikan Bambang Sudarman di sela kegiatannya di Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Sabtu (25/7/2026).

Ia menilai keberhasilan meraih Rekor MURI menjadi bukti bahwa masyarakat Rokan Hilir memiliki komitmen kuat dalam melestarikan warisan budaya yang sarat dengan nilai-nilai luhur.

“Rekor MURI ini bukan hanya tentang jumlah penari atau kemeriahan acara.

Yang lebih penting adalah bagaimana Tari Zapin menjadi simbol jati diri masyarakat Melayu Rokan Hilir yang tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Bambang Sudarman.

Ia menjelaskan bahwa Tari Zapin memiliki filosofi yang sangat dalam karena merupakan perpaduan nilai-nilai Islam, adat Melayu, dan kehidupan masyarakat pesisir.

Setiap gerakan yang ditampilkan mengandung pesan moral, etika, dan spiritual yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurut Bambang Sudarman, gerakan Alif Satu melambangkan keesaan Allah atau nilai tauhid, sedangkan Alif Dua mengingatkan pentingnya berpegang pada Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman hidup.

Empat langkah utama dalam Zapin juga mencerminkan empat sifat Rasulullah SAW, yaitu shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), fathanah (cerdas), dan tabligh (menyampaikan kebenaran).

Selain itu, terdapat 13 pola gerak Bungo Alif yang dimaknai sebagai simbol 13 rukun shalat, sementara gerakan Pecah Delapan Sut melambangkan kesucian diri melalui wudhu sebelum menghadap Allah SWT.

Bagi masyarakat Melayu, setiap hentakan kaki dan ayunan tangan bukan sekadar rangkaian gerak tari, melainkan sarana menyampaikan dakwah, nasihat, dan pendidikan karakter.
Ia juga menuturkan bahwa gerakan Tahto atau Selo Sembah mengajarkan sikap hormat, rendah hati (tawadhu’), dan penghargaan kepada Allah SWT, orang tua, guru, serta sesama manusia.

Sementara gerakan Gelombang Pasang, yang menjadi ciri khas wilayah pesisir seperti Rokan Hilir, melambangkan ketekunan, keluwesan, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi dinamika kehidupan.

“Dalam Zapin, kelembutan gerak berpadu dengan ketegasan hentakan kaki. Itulah cerminan karakter Melayu, santun dalam bersikap namun teguh memegang prinsip. Nilai-nilai inilah yang harus terus diwariskan kepada generasi muda,” ungkapnya.

Bambang Sudarman berharap keberhasilan meraih Rekor MURI menjadi awal dari semakin besarnya perhatian terhadap pelestarian seni dan budaya Melayu di Rokan Hilir.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, seniman, akademisi, hingga generasi muda untuk terus menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan Tari Zapin sebagai identitas budaya yang membanggakan.

“Zapin bukan sekadar hiburan. Setiap geraknya adalah doa, setiap ayunannya adalah nasihat, dan setiap langkahnya adalah warisan peradaban Melayu yang harus tetap hidup sepanjang zaman,” pungkas Bambang Sudarman.

banner 325x300 banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *