banner 325x300 === ===
RIAU  

Badan Legislatif Mahasiswa HIPEMAROHI Desak DLHK Riau Turun Tangan, Krisis Sampah Bagan Sinembah Dinilai Tak Kunjung Tuntas

Reporter: SUROYO

banner 120x600
banner 325x300

Pekanbaru , AkuratNewsTV.com – Persoalan sampah yang telah bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat di Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, kembali menjadi sorotan.

Badan Legislatif Mahasiswa HIPEMAROHI Pekanbaru secara resmi menyerahkan surat permohonan fasilitasi mediasi kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, Senin (3/8/2026).

banner 325x300

Langkah tersebut merupakan bentuk desakan agar Pemerintah Provinsi Riau segera mengambil tindakan nyata dalam menyelesaikan persoalan sampah yang dinilai belum mendapat penanganan secara komprehensif selama lebih dari lima tahun.

Ketua Badan Legislatif Mahasiswa HIPEMAROHI Pekanbaru, Adi Syahputra, mengatakan kondisi tumpukan sampah di sejumlah titik di Bagan Sinembah telah mencemari lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat, dan menunjukkan belum optimalnya tata kelola persampahan di daerah.

“Kami telah menyampaikan surat resmi kepada DLHK Provinsi Riau sebagai bentuk iktikad baik untuk mengedepankan dialog melalui mekanisme mediasi. Namun persoalan sampah di Bagan Sinembah tidak boleh lagi dibiarkan berlarut-larut. Masyarakat sudah terlalu lama menunggu solusi nyata,” tegas Adi.

Dalam surat tersebut, mahasiswa meminta DLHK Provinsi Riau segera memfasilitasi forum mediasi dengan menghadirkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir beserta seluruh pihak terkait. Forum itu diharapkan mampu mengungkap kondisi riil di lapangan, mengevaluasi kebijakan yang telah berjalan, mengidentifikasi hambatan, hingga menghasilkan langkah penyelesaian yang memiliki target dan tenggat waktu yang jelas.

HIPEMAROHI juga menilai berbagai keluhan masyarakat selama ini belum memperoleh respons yang mampu menyelesaikan akar persoalan. Jika terus dibiarkan, kondisi tersebut dikhawatirkan akan semakin menurunkan kepercayaan publik terhadap kualitas pelayanan pemerintah.

Selain meminta mediasi, mahasiswa mendesak DLHK Provinsi Riau menjalankan fungsi pembinaan, koordinasi, dan pengawasan sesuai kewenangannya, sehingga penanganan persoalan sampah tidak berhenti pada sebatas wacana.

Menurut Adi, mediasi juga harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan sampah di Kabupaten Rokan Hilir agar diketahui efektivitas program yang telah dijalankan, kendala yang dihadapi, serta langkah perbaikan yang harus segera dilakukan.

Ia menegaskan bahwa gerakan mahasiswa bukan untuk mencari pihak yang dipersalahkan, melainkan mendorong akuntabilitas pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

HIPEMAROHI turut mengingatkan, apabila dalam waktu yang dinilai wajar tidak ada tindak lanjut dari permohonan tersebut, pihaknya akan mempertimbangkan langkah-langkah konstitusional sebagai bentuk pengawalan terhadap aspirasi masyarakat dengan tetap mengedepankan dialog dan ketentuan hukum yang berlaku.

Mahasiswa juga mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, akademisi, dan media massa bersama-sama mengawal penyelesaian persoalan sampah di Bagan Sinembah.

“Sampah bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi menyangkut kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan kualitas pelayanan publik.

Pemerintah harus hadir dengan tindakan nyata agar persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun ini segera memperoleh penyelesaian yang konkret,” tutup Adi.

banner 325x300 banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *