Merespons kondisi tersebut, Polres Rokan Hilir menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak pada Jumat, 21 Agustus 2026. Bantuan diserahkan Kapolsek Bangko Pusako AKP Tri Adiyatmika, S.H., M.H., bersama jajaran di Kantor Penghulu Pematang Ibul, Jalan Lintas Riau-Sumatera, Dusun Teluk Kotak.
Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula sejumlah kepala unit dan personel Polsek Bangko Pusako, Penghulu Pematang Ibul Samri, A.Md., serta perwakilan tokoh masyarakat.
Bantuan yang disalurkan terdiri atas 15 zak beras dengan berat masing-masing 5 kilogram, lima papan telur, 15 kotak air mineral, dan 10 kotak mi instan.
Bantuan diterima secara simbolis oleh lima perwakilan warga, yakni Ratih, Dewi Puspita, Ernawati, Paini, dan Suryadi.
Kapolsek Bangko Pusako AKP Tri Adiyatmika mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap warga yang tengah menghadapi dampak bencana.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat yang terdampak bencana. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga dan menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk bangkit serta memperbaiki kembali rumah yang terdampak,” kata Tri Adiyatmika menyampaikan pesan Kapolres Rohil.
Menurut dia, kehadiran kepolisian tidak sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Polisi, kata dia, juga berupaya hadir ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat dan membutuhkan dukungan.
“Polri akan terus hadir dan berupaya memberikan pelayanan serta bantuan kepada masyarakat. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama bergotong royong membantu warga yang terdampak sehingga proses pemulihan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Selain menyerahkan bantuan, personel Polsek Bangko Pusako melakukan silaturahmi dengan warga dan memantau kondisi masyarakat setelah bencana. Sejumlah warga penerima bantuan menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepolisian.
Bagi warga terdampak, bantuan tersebut setidaknya menjadi penopang awal di tengah kerusakan rumah akibat bencana. Sementara proses pemulihan dan perbaikan rumah membutuhkan dukungan lebih lanjut dari berbagai pihak.
___