Salah satu pengalaman disampaikan oleh Niar, keluarga dari Rudi, warga Kepenghuluan Bagan Manunggal. Ia menuturkan bahwa Rudi sebelumnya mengalami stroke yang menyebabkan kesulitan berbicara dan beraktivitas.
Menurut keterangannya, Rudi menjalani terapi tradisional yang dilakukan Pakde Kadir sebanyak tiga kali, dengan jeda waktu tiga hari di setiap sesi. Setelah menjalani rangkaian terapi tersebut, kondisi Rudi diklaim berangsur membaik hingga kini dapat kembali beraktivitas dan bekerja sebagai tukang bangunan.
Pengalaman serupa juga disampaikan oleh Man, warga Dusun Bakti, Kepenghuluan Bakti Makmur. Ia mengaku sempat mengalami keluhan pada lutut yang membuatnya kesulitan berdiri setelah jongkok serta menghambat aktivitas berjalan.
Atas saran kakaknya, Anto, yang juga merupakan Ketua RT setempat, Man kemudian menjalani terapi bersama Pakde Kadir. Ia menyebut terapi dilakukan sebanyak tiga kali dengan jarak tiga hari setiap pertemuan.
Setelahnya, Man mengaku kondisi lututnya membaik sehingga aktivitas sehari-hari dapat dijalani dengan lebih nyaman.
Pakde Kadir menjelaskan bahwa metode terapi yang diterapkannya berfokus pada pencarian titik-titik tertentu yang menurutnya menjadi penyebab munculnya keluhan, bukan langsung pada bagian tubuh yang terasa sakit. Dalam kondisi tertentu, terapi juga dipadukan dengan ramuan herbal tradisional berupa parem yang diracik sesuai kebutuhan pasien.
Selain keluhan stroke dan nyeri lutut, masyarakat menyebut Pakde Kadir juga kerap menerima pasien dengan keluhan nyeri pinggang, saraf terjepit, hingga gangguan kebugaran pria. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil terapi dapat berbeda-beda pada setiap individu, tergantung pada kondisi masing-masing pasien.
Pakde Kadir mengungkapkan bahwa dirinya hanya berusaha membantu masyarakat melalui kemampuan terapi tradisional yang dimilikinya.
โSaya hanya berusaha membantu semampu saya. Kesembuhan tetap datang dari Allah SWT. Saya hanya berikhtiar melalui terapi dan ramuan tradisional bila diperlukan. Karena itu, saya juga selalu menyarankan pasien untuk tetap memeriksakan diri ke tenaga kesehatan agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat,โ ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dalam memberikan pelayanan, dirinya tidak menetapkan tarif tertentu. Biaya terapi diserahkan sepenuhnya kepada keikhlasan pasien. Bagi pasien yang tidak memungkinkan datang ke tempat praktik karena kondisi kesehatan atau usia lanjut, Pakde Kadir juga bersedia memberikan terapi dengan mendatangi langsung kediaman pasien.
Suroyo