ROKAN HILIR , AkuratNewsTV.com– Protes warga terkait debu tebal yang berterbangan di kawasan Simpang Joko dan Simpang Acong Kepenghuluan Persiapan Murini Makmur Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau kembali memanas.
Setelah sebelumnya memberikan ultimatum pada Senin malam (17/8/2026), warga pada Selasa (18/8/2026) melakukan penutupan jalan sebagai bentuk protes karena jalan yang dilalui kendaraan belum juga disiram.
Aksi spontan tersebut dilakukan warga lantaran debu dari badan jalan dinilai sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Debu yang beterbangan masuk ke rumah-rumah warga, membuat lingkungan kotor dan dikhawatirkan mengganggu kesehatan masyarakat.
Sebagai bentuk kekesalan, warga memasang portal di tengah jalan sehingga arus kendaraan terhenti. Akibatnya, antrean panjang kendaraan terlihat di lokasi. Sejumlah truk dan mobil harus berhenti menunggu akses jalan kembali dibuka.
Ketua RT 01/RW 01, Siamadi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk spontanitas warga yang merasa keluhan mereka belum mendapatkan tanggapan sebagaimana yang diharapkan.
Menurutnya, warga tidak bermaksud menghambat aktivitas masyarakat maupun kendaraan yang melintas. Namun, kondisi debu yang semakin tebal, khususnya saat musim kemarau, membuat warga merasa sangat terganggu.
“Kami berharap perusahaan dan RAM dapat menanggapi keluhan warga. Jalan ini perlu disiram agar debu tidak berterbangan ke rumah-rumah warga,” ujar Siamadi.
Sementara itu, Lubis, salah seorang pengemudi, mengaku ikut terdampak akibat adanya penutupan jalan tersebut.
Ia mengaku perjalanannya terganggu karena harus menunggu antrean panjang kendaraan.
“Saya dari Bagan Batu hendak menuju kediaman di Tanjung Medan. Dengan adanya penutupan ini perjalanan menjadi terganggu,” ungkapnya.
Di sisi lain, Legiman, warga setempat, berharap perusahaan dapat segera membantu mengatasi persoalan debu tersebut.
Ia meminta penyiraman jalan dilakukan secara rutin, terutama pada musim kering ketika debu mudah beterbangan akibat aktivitas kendaraan.
Warga berharap aksi protes ini menjadi perhatian serius pihak perusahaan dan RAM. Mereka meminta solusi nyata segera dilakukan agar aktivitas kendaraan tetap berjalan, sementara masyarakat di sekitar jalan tidak lagi dirugikan akibat kepulan debu.
Jika tidak segera ditangani, warga khawatir persoalan tersebut kembali memicu aksi protes yang lebih besar.
Warga pun berharap penyiraman jalan menjadi langkah cepat untuk meredam keresahan dan menjaga kenyamanan lingkungan.
Hingga berita ini diterbitkan pihak terkait belum ada turun ke lokasi .

||| ||| |||
=== ===












