ROKAN HILIR, Akurat .com– Kehadiran unsur Upika Kecamatan Bagan Sinembah dalam menemui dan memediasi warga Kepenghuluan Persiapan Murini Makmur di kawasan Simpang Joko–Simpang Acong, Selasa (18/8/2026) malam, akhirnya membuahkan hasil.
Mediasi tersebut dilakukan menyusul aksi warga yang menutup akses jalan sebagai bentuk protes terhadap kondisi debu tebal yang tak kunjung mendapatkan penyiraman.
Aksi itu sempat menyebabkan antrean panjang kendaraan, baik truk maupun kendaraan pribadi, karena akses jalan dipasangi portal.
Dalam mediasi yang berlangsung cukup alot hingga sekitar pukul 21.15 WIB, hadir Kapolsek Bagan Sinembah AKP Gian Wiatma Jonimandala, Camat Bagan Sinembah Drs Ahmad Atin, Danramil 03/Bagan Sinembah melalui Babinsa, Sekcam Zulfikar, Kanit Intel Bagan Sinembah Syafyandra, PJ Penghulu Murini Makmur, kepala dusun, RT serta unsur masyarakat.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan sementara. Warga bersedia mengakhiri aksi dan mencabut portal setelah adanya komitmen penyiraman jalan dari pihak perusahaan yang hadir dalam mediasi.
Dari pihak perusahaan, PT LTS diwakili Riski menyatakan kesediaannya melakukan penyiraman jalan pada Rabu (19/8/2026) pagi menggunakan truk tangki air berkapasitas 15.000 liter.
Sementara itu, pihak PTPN V Regional III dan sejumlah pihak RAM yang menjadi bagian dari tuntutan warga belum hadir dalam mediasi tersebut.
Unsur Upika bersama pemerintah kepenghuluan menyatakan akan memanggil pihak-pihak yang belum hadir untuk mengikuti mediasi lanjutan.
Kapolsek Bagan Sinembah AKP Gian Wiatma Jonimandala mengatakan, kehadiran kepolisian bersama unsur Upika bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memastikan pengguna jalan tetap dapat beraktivitas dengan aman.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek mengimbau warga agar mengedepankan kepala dingin dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.
Ia bersama unsur Upika juga menyatakan siap mengawal proses mediasi lanjutan agar tuntutan masyarakat dapat dibicarakan bersama perusahaan dan pihak terkait.
Warga melalui Salman menyampaikan bahwa masyarakat untuk malam itu sepakat mencabut portal dan mengakhiri aksi.
Setelah portal dibuka, kendaraan yang sebelumnya tertahan selama beberapa jam kembali dapat melanjutkan perjalanan.
Camat Bagan Sinembah Drs Ahmad Atin mengapresiasi keputusan warga yang memilih mengakhiri aksi dan memberikan kesempatan kepada seluruh pihak untuk menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mengambil keputusan tepat. Persoalan ini akan kita upayakan penyelesaiannya bersama,” ujarnya.
Usai mediasi, unsur Upika bersalaman dengan warga sebelum meninggalkan lokasi. Warga kemudian membubarkan diri dengan tertib.
Aksi tersebut diketahui didominasi kaum ibu, bapak-bapak hingga kalangan remaja. Meski sempat menimbulkan kemacetan panjang, situasi akhirnya kembali kondusif setelah adanya kesepakatan antara warga dan pihak terkait.
Namun, warga menegaskan apabila mediasi lanjutan tidak menemukan titik temu dan tuntutan terkait penyiraman jalan tidak dipenuhi, aksi serupa berpotensi kembali dilakukan.

||| ||| |||
=== ===












