banner 325x300 === ===

Polres Rokan Hilir Launching Penggunaan Tanjak dan Selempang Polwan

Akurat News TV

Implementasi Program Kapolda Riau untuk Pelestarian Budaya Melayu di Lingkungan Polri
banner 120x600
banner 325x300

ROKAN HILIR – Polres Rokan Hilir melaksanakan apel launching penggunaan tanjak bagi personel Polki/PNS dan selempang bagi Polwan/PNS wanita, Jumat (20/2/2026) pukul 08.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Rokan Hilir dan merupakan bagian dari program Polda Riau dalam rangka pelestarian budaya Melayu di lingkungan kepolisian.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., bersama Sekretaris Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Rokan Hilir, Datuk Bachtiar, S.H. Bertindak sebagai Perwira Upacara AKP Yuliardi, S.H., dan Komandan Upacara IPDA Dean Napisa Nasution.

banner 325x300

Baca JugaSatlantas Polres Langkat Intensifkan Edukasi “Asmara Subuh” di Stabat, Tekan Risiko Laka Lantas

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Rokan Hilir Kompol Rikky Operiadi, S.Sos., S.I.K., M.I.K., para pejabat utama Polres, para Kapolsek jajaran, pengurus LAMR Kabupaten Rokan Hilir, serta seluruh personel Polres Rokan Hilir.

Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa tanjak bukan sekadar penutup kepala, melainkan simbol marwah, martabat, dan kehormatan masyarakat Melayu. Penggunaan tanjak, kata dia, harus sesuai dengan ketentuan adat, baik dari segi lipatan maupun jenisnya, serta disesuaikan dengan tempat dan suasana agar tidak mengurangi nilai filosofis yang terkandung di dalamnya.

“Penggunaan tanjak dan selempang ini bukan hanya pelengkap atribut seragam, tetapi memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya Melayu yang menjadi identitas daerah kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, tanjak mencerminkan kehormatan, kewibawaan, dan jati diri masyarakat Melayu, sementara selempang bagi Polwan melambangkan keanggunan, ketegasan, serta peran strategis perempuan dalam institusi Polri.

Sebagai insan Bhayangkara yang bertugas di wilayah yang kental dengan adat dan budaya Melayu, seluruh personel diharapkan menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap kearifan lokal. Kapolres juga mengajak personel untuk mengenakan tanjak dengan bangga, namun tetap santun dan beradab sebagai wujud penghormatan terhadap warisan leluhur.

Launching penggunaan tanjak dan selempang ini merupakan implementasi program Kapolda Riau yang memadukan pelestarian budaya Melayu dengan kedinasan Polri. Kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mengandung makna simbolis dalam menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal serta memperkuat identitas personel dalam pelaksanaan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

LainnyaWakapolda Riau Tegaskan Larangan Premanisme dan Perampasan Kendaraan di Jalan

Melalui kebijakan ini, seluruh personel diharapkan dapat menggunakan atribut tanjak dan selempang sesuai ketentuan dalam kegiatan kedinasan tertentu maupun acara resmi daerah. Hal itu bertujuan menciptakan keseragaman, kerapian, serta meningkatkan wibawa institusi dengan tetap menjunjung tinggi nilai budaya.

Selain itu, penerapan atribut budaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan personel, mempererat sinergitas dengan pemerintah daerah dan masyarakat, serta menjadi wujud nyata komitmen Polres Rokan Hilir dalam melestarikan budaya lokal di wilayah hukumnya.

(Sah Siandi Lubis)

.

BILA ANDA MEMILIKI DATA/BERITA UNTUK DIPUBLIKASIKAN : HUBUNGI HP/WA : 0812 7995 2362 banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *