Rahma, siswi sekolah dasar yang merupakan anak dari pasangan Azhari dan Siti Hajar, mengalami luka serius pada bagian kaki dan jari tangan akibat dugaan perundungan saat masih bersekolah di salah satu di SD Negeri Lubuk Besar, Kecamatan Kemuning, Indragiri Hilir. Kondisinya sempat menurun drastis hingga membutuhkan transfusi darah dan penanganan medis intensif.
Di tengah kondisi tersebut, Polsek Bagan Sinembah bergerak cepat. Atas arahan langsung Kapolsek, personel turun ke lokasi perawatan korban pada Jumat (24/4/2026) guna memastikan kondisi Rahma sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga. Kunjungan tersebut diwakili oleh Kanit Intel AKP Syafyandra dan Kanit Reskrim IPTU Ridho Alfian Syaputra
Tidak hanya melakukan pengecekan kondisi, jajaran kepolisian juga memberikan tali asih sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap korban. Langkah ini dinilai sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan anak.
Kapolsek Bagan Sinembah mengungkapkan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab kemanusiaan.
“Kami langsung perintahkan personel untuk menjenguk korban, memastikan keadaannya, serta mencari tahu penyebab kejadian. Ini bagian dari kepedulian kami agar korban segera pulih,” ujarnya.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus memberikan perhatian terhadap kondisi korban dan keluarganya. “Kami jemput bola, hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Ini murni bentuk kepedulian kemanusiaan,” tambahnya.
Pihak keluarga pun menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Kapolsek Bagan Sinembah beserta jajaran.
Mereka mengaku sangat terbantu, baik secara moril maupun dukungan kemanusiaan yang diberikan di tengah kondisi sulit yang dialami anak mereka.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolsek dan seluruh jajaran yang sudah peduli dan datang langsung menjenguk anak kami. Ini sangat berarti bagi kami,” ungkap pihak keluarga dengan haru.
Saat itu, kondisi Rahma mulai menunjukkan perkembangan, meski masih membutuhkan perawatan lanjutan dan tambahan transfusi darah dan saat ini Rahma di Rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Ahmad di Pekanbaru.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak akan bahaya perundungan, serta pentingnya kehadiran berbagai elemen, termasuk aparat, dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak.
( SUROYO)