banner 325x300 === ===

Warga Simpang Joko dan Simpang Acong Keluhkan Debu Tebal, Minta Perusahaan dan RAM Bertindak

Reporter: SUROYO

banner 120x600
banner 325x300

ROKAN HILIR, AkuratNewsTV .com– Kondisi jalan yang dipenuhi debu tebal mulai dikeluhkan masyarakat di kawasan Simpang Joko dan Simpang Acong, Kepenghuluan Murini, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Warga mengaku aktivitas kendaraan perusahaan dan RAM yang melintas di jalan tersebut membuat debu beterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga.

banner 325x300

Keluhan masyarakat itu mencuat melalui sebuah video yang beredar di media sosial, Senin (17/8/2026). Dalam video tersebut, seorang pria menyampaikan pernyataan yang diikuti sejumlah warga di tengah Jalan Lintas Tanjung Medan–Bagan Sinembah pada malam hari.

Aksi tersebut diduga merupakan bentuk keresahan warga yang mengaku sudah jenuh menghadapi kondisi jalan berdebu, terlebih dalam beberapa minggu terakhir kawasan tersebut disebut minim hujan.

Dalam video itu, masyarakat menyampaikan sejumlah imbauan kepada perusahaan dan pemilik RAM yang kendaraannya melintas di kawasan Simpang Joko dan Simpang Acong.

Pertama, masyarakat meminta para sopir kendaraan mengurangi kecepatan ketika melintas agar debu tidak semakin beterbangan.

Kedua, warga meminta dilakukan penyiraman jalan sebanyak tiga kali sehari karena abu atau debu di badan jalan dinilai sudah sangat tebal.

Selain itu, masyarakat juga meminta perhatian terhadap dampak kesehatan yang mereka khawatirkan muncul akibat debu.

Warga meminta adanya kompensasi berupa bantuan obat bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan atau diduga terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat menghirup debu.

Masyarakat juga menyampaikan bahwa apabila imbauan tersebut tidak mendapat perhatian, mereka berencana melakukan penyiraman jalan secara swadaya.

Dalam pernyataan tersebut, warga bahkan meminta kendaraan perusahaan dan RAM dihentikan sementara ketika masyarakat melakukan penyiraman jalan.

Seorang warga setempat yang meminta namanya tidak disebutkan mengaku kondisi tersebut sangat mengganggu kehidupan sehari-hari.

“Rumah jadi kotor, tidur pun tidak nyaman. Kami berharap perusahaan dan pemilik RAM memperhatikan kondisi ini,” ujarnya.

Pantauan dalam video menunjukkan sejumlah kendaraan truk dan mobil sempat berhenti menunggu warga menyampaikan pernyataan di tengah jalan.

Aksi tersebut menjadi perhatian karena masyarakat berharap persoalan debu dapat segera dicarikan solusi tanpa menimbulkan gangguan terhadap aktivitas pengguna jalan lainnya.

Masyarakat berharap pihak perusahaan, pemilik RAM, pemerintah setempat, serta pihak terkait dapat segera duduk bersama mencari solusi, terutama terkait penyiraman jalan dan pengaturan kecepatan kendaraan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh pernyataan resmi dari pemerintah maupun pihak perusahaan terkait keluhan dan tuntutan masyarakat tersebut.

Warga berharap persoalan ini tidak berlarut-larut dan segera mendapat penanganan, mengingat debu jalan bukan hanya membuat rumah warga kotor, tetapi juga dikhawatirkan mengganggu kenyamanan serta kesehatan masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur tersebut.

banner 325x300 banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *