ROKAN HILIR – Kondisi jalan penghubung mulai dari Ampean Rotan, Kecamatan Bagan Sinembah Raya hingga Sungai Mayang, Teluk Nilap, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, mengalami kerusakan parah. Sejumlah titik badan jalan tergenang air saat musim hujan sehingga menghambat aktivitas warga dan kendaraan yang melintas.
Berita Lainnya: Jaga Lingkungan Jangka Panjang, Kapolda Riau Ajak DPRD Susun Perda Ekologis
Tokoh masyarakat setempat, Haji Daman, mengatakan kerusakan ruas jalan tersebut telah lama dikeluhkan warga. Pasalnya, jalan itu merupakan akses utama bagi kegiatan ekonomi, pendidikan, dan mobilitas sehari-hari masyarakat.
“Ketika musim hujan, jalan berlumpur dan terendam air hingga sulit dilalui. Bahkan di beberapa titik tidak bisa dilewati sama sekali. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas warga, terutama petani dan anak-anak sekolah,” ujar Haji Daman kepada awak media, Minggu (23/2/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah dijadwalkan akan merealisasikan program perbaikan jalan tersebut pada Juni mendatang. Namun, melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, dirinya berinisiatif melakukan perbaikan sementara secara swadaya dengan menggunakan dana pribadi.

“Sambil menunggu program pemerintah berjalan pada Juni, kami berupaya memperbaiki agar jalan tetap dapat dilalui masyarakat,” katanya.
Baca Juga: Polsek Pujud Intensifkan KRYD, Antisipasi C3 hingga Balap Liar di Sejumlah Titik Rawan
Menurut Haji Daman, perbaikan dilakukan pada titik-titik terparah sepanjang kurang lebih 9 kilometer dari Ampean Rotan hingga Sungai Mayang. Pengerjaan melibatkan alat berat dengan material tanah timbun yang telah mencapai sekitar 250 truk.
Untuk memastikan pekerjaan berjalan optimal dan tepat sasaran, Supriadi yang akrab disapa Pipi ditunjuk sebagai pengawas sekaligus pelaksana di lokasi perbaikan.

Supriadi mengatakan pihaknya memfokuskan penimbunan dan perataan pada titik-titik yang paling rusak dan rawan terendam air agar kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas dengan aman.
“Kami memprioritaskan titik yang paling rusak dan rawan terendam. Targetnya bukan hanya bisa dilalui, tetapi juga cukup kuat menopang kendaraan pengangkut hasil kebun,” ujarnya.
Lainnya: Polda Riau Gelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026, Libatkan 1.126 Personel
Ia menambahkan, proses pengerjaan dilakukan secara bertahap mengingat panjangnya ruas jalan serta keterbatasan anggaran swadaya.
“Kami bekerja semaksimal mungkin dengan sumber daya yang ada. Harapannya, sebelum program pemerintah berjalan, kondisi jalan sudah jauh lebih baik dan tidak lagi menyulitkan masyarakat,” tambahnya.
Haji Daman juga berharap para pemilik kebun dan toke sawit di wilayah tersebut dapat berpartisipasi membantu pendanaan perbaikan jalan yang menjadi akses vital masyarakat.
“Jalan ini digunakan bersama untuk kepentingan ekonomi dan aktivitas warga. Kami berharap ada dukungan dari para pemilik kebun agar perbaikan dapat terus berlanjut,” pungkasnya.
(Sah Siandi Lubis)
.

||| ||| |||
=== ===












