BALAI JAYA, ROKAN HILIR – Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni memimpin langsung Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar di Pondok III Divisi IV Perkebunan Rumbia II milik PT Salim Ivomas Pratama Tbk, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, Selasa (23/6/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.40 WIB tersebut merupakan bentuk sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah gambut yang rawan terbakar saat musim kemarau.
Apel siaga turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, unsur TNI-Polri, BPBD, perangkat kecamatan, perusahaan perkebunan, hingga masyarakat peduli api.
Dari unsur kepolisian, hadir Kasat Reskrim Polres Rokan Hilir AKP Kris Tofel, Kasat Lantas AKP Luthfi Indra Praja, serta Kapolsek Bagan Sinembah AKP Gian Wiatma Jonimandala.

Sementara dari unsur pemerintah daerah hadir Kepala BPBD Rokan Hilir Syafrinurizal, Camat Balai Jaya Ifradi Rusdiansyah, serta para penghulu dari sejumlah desa di Kecamatan Balai Jaya.
Dari pihak perusahaan, hadir jajaran manajemen PT Salim Ivomas Pratama Tbk seperti AMA Area I dan II Riau, serta para manajer estate dan factory.
Kegiatan apel diawali dengan penyambutan tamu menggunakan atraksi pencak silat dan pengalungan bunga, dilanjutkan dengan tarian Tepak Sirih dan penampilan drumband.
Puncak kegiatan adalah pelaksanaan Apel Siaga Karhutla yang dipimpin langsung oleh Kapolres Rokan Hilir, kemudian dilanjutkan dengan simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan oleh tim gabungan.
Simulasi tersebut juga melibatkan Kapolres bersama BPBD, pihak perusahaan, serta unsur pemerintah kecamatan, yang menggambarkan respons cepat apabila terjadi kebakaran di wilayah perkebunan maupun lahan masyarakat.
Selain itu, dilakukan penanaman 18 bibit pohon Jelutung sebagai bentuk komitmen pelestarian lingkungan, serta penandatanganan komitmen bersama pencegahan Karhutla antara pemangku kepentingan.
Kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan mesin air kepada perangkat kelurahan dan penghulu di wilayah Balai Jaya.
Dalam amanatnya, Kapolres Rokan Hilir menegaskan bahwa wilayah Rokan Hilir memiliki kawasan gambut yang luas dan sangat rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau.
Ia menekankan bahwa apel siaga bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi Karhutla.
“Pencegahan harus menjadi prioritas utama. Lebih efektif dan lebih murah dibandingkan penanggulangan ketika kebakaran sudah terjadi,” tegasnya.
Kapolres juga menginstruksikan peningkatan patroli di wilayah rawan, deteksi dini titik panas (hotspot), serta intensifikasi sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat peduli api dalam penanganan Karhutla.
Ia juga mengingatkan perusahaan perkebunan untuk memperkuat pengawasan lahan konsesi serta memastikan kesiapan sarana pemadaman.
“Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Kapolres menegaskan bahwa keberhasilan penanganan Karhutla hanya dapat dicapai melalui kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi yang solid antar seluruh pemangku kepentingan.
Ia mengajak seluruh peserta apel untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjadikan keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama.
Apel siaga berakhir sekitar pukul 10.25 WIB dengan suasana aman dan tertib. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala.
Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Rokan Hilir menjelang puncak musim kemarau 2026.
__

||| ||| |||
=== ===












