Peristiwa tersebut menghanguskan sejumlah bangunan penting, termasuk mushola, tempat tinggal santri, serta kantor pihak madrasah hingga rata dengan tanah.
Api yang diduga berasal dari sumber yang belum diketahui dengan cepat membesar dan melahap bangunan.
Material bangunan yang didominasi kayu membuat kobaran api sulit dikendalikan dan mempercepat proses perambatan.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi bersama masyarakat setempat serta pihak madrasah berupaya keras memadamkan api. Namun, besarnya kobaran api dan kondisi bangunan yang mudah terbakar menyebabkan sebagian besar bangunan tidak dapat diselamatkan.
“Api cepat sekali membesar, kami sudah berusaha membantu semampunya,” ujar salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.
Selain bangunan di Madrasah Aliyah An Nur, berdasarkan keterangan saksi mata, satu ruang kelas milik MTSN 2 An Nur juga turut terdampak kebakaran.
Peristiwa ini menjadi tontonan warga sekitar yang berdatangan untuk menyaksikan sekaligus membantu proses pemadaman.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan cukup besar.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Sementara itu, aktivitas belajar mengajar di madrasah dipastikan akan terganggu akibat kerusakan parah yang terjadi.
Pihak madrasah berharap adanya bantuan dari pemerintah maupun pihak terkait untuk membantu pemulihan fasilitas pendidikan agar para santri dapat kembali melanjutkan kegiatan belajar seperti biasa.
SUROYO