ROKAN HILIR , AkuratNewsTV.com– Di tengah aksi protes warga terkait persoalan debu tebal di badan jalan, PT Geliga Bagan Riau (GBR) langsung turun ke lokasi dan memberikan bantuan penyiraman jalan menggunakan truk water tank berkapasitas 15 ribu liter air.
Aksi protes berlangsung di kawasan Simpang Joko dan Simpang Acong, Kepenghuluan Persiapan Murini Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Selasa (18/8/2026).
Warga sebelumnya melakukan penutupan jalan sebagai bentuk protes karena debu yang beterbangan akibat aktivitas kendaraan dinilai semakin mengganggu kenyamanan masyarakat.
Debu bahkan dikeluhkan masuk ke rumah-rumah warga.
Aksi tersebut berlangsung sejak sekitar pukul 13.00 WIB hingga pukul 21.15 WIB.
Selama penutupan berlangsung, arus kendaraan sempat terhenti dan sejumlah truk maupun mobil harus mengantre di lokasi.
Di tengah aksi tersebut, PT GBR menunjukkan kepeduliannya dengan langsung membantu melakukan penyiraman jalan.
Bantuan berupa 15 ribu liter air menggunakan truk water tank diturunkan untuk mengurangi debu yang beterbangan di sepanjang jalan.
Humas PT Geliga Bagan Riau, Aslan Rokan, mengatakan pihak perusahaan mengambil langkah cepat untuk membantu kesulitan warga.
“Kami menurunkan 15 ribu liter air dengan truk water tank sebagai bentuk bantuan untuk membantu kesulitan warga dalam persoalan debu di jalan. Namun untuk selanjutnya akan kami bicarakan dengan pimpinan kami,” ungkap Aslan.
Upaya PT GBR tersebut menjadi salah satu langkah konkret di tengah keresahan warga. Penyiraman diharapkan dapat mengurangi kepulan debu sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan pengguna jalan.
Sementara itu, situasi di lokasi berangsur kondusif setelah unsur pimpinan kecamatan (Upika) Kecamatan Bagan Sinembah turun langsung dan melakukan mediasi bersama warga serta pihak terkait.
Hasil mediasi membuat warga bersedia membubarkan diri dan membuka kembali blokade jalan.
Kendaraan yang sebelumnya mengantre akhirnya dapat kembali melintas dan arus lalu lintas berangsur normal.
Mewakili warga, Salman menyampaikan bahwa masyarakat menerima hasil mediasi tersebut. Namun, ia menegaskan warga akan kembali melakukan aksi apabila kesepakatan terkait penyiraman jalan tidak direalisasikan.
“Kami berharap apa yang sudah disampaikan dalam mediasi benar-benar dilaksanakan. Kalau pengusaha ingkar janji, warga akan kembali melakukan protes,” tegas Salman.
Mediasi turut dihadiri Kapolsek Bagan Sinembah AKP Gian Wiatma Jonimandala, Camat Bagan Sinembah Drs. Ahmad Atin, PJ Penghulu Persiapan Murini Makmur, serta Babinsa Koramil 03/Bagan Sinembah.
Kapolsek Bagan Sinembah mengimbau seluruh pihak agar menjaga situasi tetap aman dan kondusif serta mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
Camat Bagan Sinembah juga berharap hasil mediasi dapat dilaksanakan bersama sehingga aktivitas masyarakat dan pengguna jalan kembali berjalan lancar.
Dengan dibukanya blokade, antrean kendaraan di Simpang Joko dan Simpang Acong telah terurai.
Warga kini berharap penyiraman jalan dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga persoalan debu tidak kembali memicu aksi protes.

||| ||| |||
=== ===












