Rokan Hilir, AkuratNewsTV .com– Gelombang kemarahan warga di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, terus membara pasca aksi unjuk rasa yang sebelumnya menyasar lokasi yang diduga terkait jaringan narkoba. Kali ini, ratusan massa kembali bergerak dan menggeruduk sebuah tempat karaoke keluarga yang diduga menjadi lokasi maksiat, Sabtu (11/4/2026).
Insiden yang terjadi di Jalan Darma, Kepenghuluan Panipahan tersebut berlangsung ricuh.
Massa yang datang dalam jumlah besar langsung mengepung lokasi karaoke. Tidak hanya berteriak menyuarakan tuntutan, mereka juga melempari bagian teras bangunan dengan batu hingga mengalami kerusakan.
Berdasarkan keterangan narasumber berinisial MT, warga setempat, aksi tersebut dipicu oleh tuntutan masyarakat yang menginginkan tempat karaoke itu ditutup secara permanen.
Warga menduga lokasi tersebut tidak hanya sekadar tempat hiburan, melainkan menjadi pusat aktivitas yang dinilai meresahkan.
“Warga minta ditutup selamanya. Diduga tempat itu jadi lokasi maksiat,” ungkap MT singkat.
Situasi semakin memanas ketika massa mulai merangsek masuk ke area bangunan. Sejumlah orang terlihat memanjat teras dan mencoba masuk ke dalam.
Dalam kondisi yang semakin tidak terkendali, diduga ada massa yang mengambil minuman beralkohol dari dalam lokasi, termasuk minuman bermerek bir hitam dan putih.
Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah bagian dalam tempat karaoke tersebut mengalami kerusakan parah atau tidak. Saat kejadian berlangsung, kondisi pintu utama dalam keadaan tertutup, sehingga sebagian besar amukan massa terfokus pada bagian luar bangunan.
Aparat kepolisian yang tiba di lokasi berupaya keras mengendalikan situasi. Meski sempat kewalahan menghadapi jumlah massa yang besar dan emosi yang memuncak, petugas akhirnya berhasil meredam aksi tersebut dan mengamankan lokasi.
Percakapan warga yang beredar juga menguatkan tuntutan utama aksi tersebut. Dalam komunikasi yang beredar, salah satu warga menanyakan tuntutan massa, yang langsung dijawab bahwa masyarakat menginginkan tempat karaoke itu ditutup secara permanen tanpa kompromi.
Peristiwa ini menjadi sinyal kuat bahwa keresahan masyarakat di Panipahan telah mencapai titik puncak.
Aksi spontan yang melibatkan ratusan orang ini mencerminkan akumulasi kekecewaan warga terhadap dugaan maraknya aktivitas yang dianggap merusak moral dan ketertiban lingkungan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi sudah mulai kondusif, namun ketegangan masih terasa. Warga berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan keamanan lingkungan dapat benar-benar terjaga.
SUROYO

||| ||| |||
=== ===













