ROKAN HILIR — Muhammad Ali Nasution menyatakan komitmennya untuk maju sebagai bakal calon penghulu Kepenghuluan Pasir Putih Utara, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.
Keputusan tersebut didorong tekad untuk ikut membangun dan mendorong kemajuan Kepenghuluan Pasir Putih Utara bersama masyarakat.
Muhammad Ali Nasution mengatakan, niat untuk maju dalam kontestasi pemilihan penghulu bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi. Menurut dia, pembangunan di wilayah kepenghuluan membutuhkan komitmen serta keterlibatan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan kampung.
“Saya berkomitmen untuk maju sebagai bakal calon penghulu Pasir Putih Utara. Niat ini berangkat dari keinginan untuk membangun desa dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” kata Muhammad Ali Nasution.
Ia berharap kehadirannya dalam pemilihan penghulu nantinya dapat menjadi bagian dari upaya mendorong perubahan dan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menuturkan, pembangunan Kepenghuluan Pasir Putih Utara membutuhkan kebersamaan antara pemerintah kepenghuluan dan masyarakat. Karena itu, apabila mendapat kepercayaan dari masyarakat, ia berkomitmen menjalankan amanah tersebut dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Tekad saya adalah bagaimana Pasir Putih Utara bisa terus berkembang dan menjadi kepenghuluan yang lebih baik. Jika masyarakat memberikan kepercayaan, amanah itu akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Muhammad Ali Nasution juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana pemilihan penghulu agar berlangsung secara demokratis, aman, tertib, dan tetap mengedepankan persaudaraan.
Terlebih, lokasi Kepenghuluan Pasir Putih Utara beserta kantor kepenghuluan berada di kawasan PTPN IV Regional 3, Pasir Putih Utara. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak untuk menjaga agar proses demokrasi di tingkat kepenghuluan berjalan secara terbuka, objektif, dan bebas dari kepentingan pribadi maupun intervensi pihak tertentu.
Ia menekankan, seluruh pihak, termasuk unsur manajemen perusahaan maupun pihak-pihak lainnya, diharapkan dapat menghormati proses demokrasi dan memberikan ruang kepada masyarakat untuk menentukan pilihan sesuai dengan hati nurani tanpa tekanan ataupun pengaruh dari pihak mana pun.
“Pemilihan penghulu harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menentukan pilihannya secara bebas dan demokratis. Karena itu, kami berharap tidak ada kepentingan pribadi maupun upaya intervensi dari pihak mana pun, baik dari manajemen maupun pihak lainnya. Biarkan masyarakat menentukan pilihannya sesuai dengan hati nurani,” katanya.
Menurut dia, independensi masyarakat dalam menentukan pilihan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi di tingkat kepenghuluan. Dengan demikian, siapa pun yang nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat dapat menjalankan amanah secara legitimate dan bertanggung jawab.
Ia menilai, kontestasi pemilihan penghulu bukan sekadar persaingan untuk mendapatkan jabatan, melainkan momentum bagi masyarakat dalam menentukan sosok yang dinilai mampu membawa Kepenghuluan Pasir Putih Utara menuju arah pembangunan yang lebih baik.
Karena itu, ia mengajak seluruh calon, pendukung, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak terkait untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan menghormati setiap tahapan pemilihan penghulu.
“Yang terpenting adalah bagaimana proses pemilihan ini berjalan dengan baik, jujur, adil, dan demokratis. Siapa pun yang nantinya mendapat kepercayaan masyarakat harus kita hormati bersama demi kemajuan Kepenghuluan Pasir Putih Utara,” ujarnya.
___

=== ===












