ROKAN HILIR, AkuratNewsTV .com – Musibah kebakaran hebat melanda dunia pendidikan di Kecamatan Bagan Sinembah Raya (Basira).
Dua Ruang Kegiatan Belajar (RKB) kelas V dan VI serta satu gudang milik SDN 011 Bagan Sinembah Barat hangus dilalap si jago merah pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 14.10 WIB.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Tarno yang tengah memanen sawit di belakang area sekolah. Kepulan asap tebal disertai suara ledakan sontak mengundang perhatian warga sekitar.
“Pertama kali diketahui oleh Pak Tarno yang sedang manen sawit di belakang sekolah,” ujar salah seorang guru, Rafi.
Menurut Rafi, api diduga kuat berasal dari gudang penyimpanan inventaris sekolah yang berisi buku, kursi, dan perlengkapan lainnya.
Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan melahap bangunan di sekitarnya.
Warga yang panik langsung berhamburan menuju lokasi dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Namun, besarnya api membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal.
“Diperkirakan api berasal dari gudang. Penyebab pastinya belum diketahui,” jelas Rafi.
Beruntung, api tidak merembet ke ruang kelas lainnya karena posisi bangunan yang terbakar terpisah sekitar 4 meter dari gedung utama. Meski demikian, seluruh isi gudang serta ruang kelas V dan VI dilaporkan hangus total.
“Tinggal tembok saja yang utuh, semua isi di dalamnya rata terbakar,” tambahnya.
Petugas pemadam kebakaran dari Bagan Batu sempat dihubungi warga. Namun karena jarak tempuh yang cukup jauh, api terlanjur meludeskan bangunan sebelum bantuan tiba. Petugas hanya dapat melakukan proses pendinginan di lokasi.
Datuk Penghulu Bagan Sinembah Barat, Suratman, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa tidak semua ruangan terdampak, namun kerusakan yang terjadi cukup parah.
“Memang hanya dua ruang kelas dan gudang, tapi semuanya habis terbakar,” ujarnya.
Pihak kepenghuluan juga telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kecamatan untuk penanganan lebih lanjut.
“Saya sudah laporkan ke Pak Camat dan Korwil,” tutupnya.
Akibat kejadian ini, aktivitas belajar mengajar siswa kelas V dan VI dipastikan akan terganggu, sementara pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah cepat untuk pemulihan fasilitas pendidikan tersebut.
(SUROYO)

||| ||| |||
=== ===












