Setelah lama hidup dalam keterbatasan akses listrik, kini tanda-tanda perubahan nyata mulai terlihat dengan berdirinya tiang-tiang listrik di depan rumah warga.
Pantauan di lapangan, Minggu (18/1/2026), menunjukkan sejumlah tiang listrik telah terpasang di kawasan Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, khususnya di Desa Tanjung Leban dan Desa Teluk Nilap.
Pembangunan infrastruktur kelistrikan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini hanya mengandalkan lampu minyak, genset, atau bahkan hidup dalam gelap gulita pada malam hari.
Anto, salah seorang warga setempat, mengaku sangat bersyukur dengan dimulainya pembangunan jaringan listrik tersebut.
Ia mengatakan, keberadaan listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga menyangkut peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Sudah lama sekali kami menunggu listrik masuk. Bertahun-tahun kami hidup serba terbatas. Sekarang melihat tiang listrik berdiri di depan rumah, rasanya seperti mimpi yang jadi kenyataan,” ujar Anto dengan nada haru.
Menurut keterangan warga, kegiatan pembangunan infrastruktur kelistrikan ini telah dimulai sejak Desember 2025.
Meski belum sepenuhnya rampung, progres awal berupa pemasangan tiang listrik dinilai sebagai bukti keseriusan pemerintah dan pihak terkait dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Warga di sepanjang jalur lintas Ampean–Panipahan menyambut positif perkembangan tersebut. Mereka berharap pembangunan tidak berhenti hanya pada pemasangan tiang, melainkan segera dilanjutkan hingga listrik benar-benar dapat dinikmati oleh seluruh rumah tangga.
Selama ini, keterbatasan listrik menjadi penghambat utama aktivitas ekonomi dan pendidikan. Anak-anak kesulitan belajar pada malam hari, sementara pelaku usaha kecil tidak dapat mengembangkan usahanya secara optimal.
Bahkan, untuk kebutuhan dasar seperti pengisian daya alat komunikasi pun menjadi tantangan tersendiri.
“Kalau listrik sudah menyala, kami yakin ekonomi akan bergerak. Anak-anak bisa belajar lebih baik, usaha kecil bisa berkembang, dan kehidupan kami pasti berubah,” tambah Anto.
Warga juga berharap agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala berarti, serta dilakukan secara merata hingga ke pelosok desa. Mereka menilai pemerataan pembangunan, khususnya akses listrik, merupakan bentuk keadilan sosial yang selama ini mereka dambakan.
Masuknya listrik ke wilayah Kecamatan Kubu bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat. Bagi warga, tiang-tiang listrik yang kini berdiri kokoh bukan hanya penyangga kabel, melainkan penyangga harapan menuju kehidupan yang lebih layak dan sejahtera.
(Kristofel Sinurat)
BILA ANDA MEMILIKI DATA/BERITA UNTUK DIPUBLIKASIKAN :
HUBUNGI HP/WA : 0812 7995 2362